Wednesday, February 5, 2014

Hidup yang bahagia, mengesankan.

Selamat siang orang-orang bahagia.

Sabtu siang ini, hari pertama di bulan Februari. Hari liburan imlek (off kerja) terakhir gue (ini saat tulisan ini mulai dibuat, baru bisa jadi hari ini). Gue yang udah nggak sabar untuk nulis postingan ini, bahkan udah dari semalem gue pikirin judul apa yang tepat buat bacaan kedua gue. Akhirnya terciptalah tuh judul diatas, "Hidup yang bahagia, mengesankan." seperti judulnya gue kasih tau dulu yah gambaran isi dari post ini. Dalam post ini gue bakal bercerita tentang siapa sih gue ini, biar jangan dikira ntarnya "Siapa sih nih orang sok ide banget nulis-nulis beginian?" atau "Emang dia siapa sih udah sok-sok 'berceramah' gini?" yaaa atau apalah lainnya. Lagipula kan kalo kata orang tak kenal maka tak sayang, jadi ya lebih baik gw memperkenalkan diri gue dulu yaa. Postingan ini bakal gue bagi jadi 4 part, yang pasti setiap part bakal punya maknanya sendiri. Untuk sekarang gue bakal post part 1 dulu yaa, part 2 sampe 4 nya menyusul segera (biar pada penasaran juga). Okedeeehh, tanpa berlama-lama lagi, capcus yuk ke kisah bahagianya.

Part 1. Gue dan diri gue
Nama gue Fardi, "F-A-R-D-I". Tuh gue eja + pake caps lock, karena percaya atau nggak orang-orang keseringan susah untuk denger dan ngucapin nama gw. Contoh kejadian yang cukup sering terjadi, yang kadang-kadang bikin gue jengkel juga.
"Dengan siapa kak?" 
"Saya Fardi, mbak." 
"Oh, Hardy." 
"Fardi, mbak." "
"Ooohh, iya kak Ferdi."
"Fardi mbak Fardi, pake 'A' mbak."
"Maaf kak, iya-iya kak Fandi."
"!#@%@R&^!"
Dan gw speechless.
Yah begitulah nama pemberian bokap gue. Meskipun terkadang susah diucapkan dan sudah didengar, tapi gue bangga kok dengan nama unik yang sangat jarang ini. Fardi. Tanpa nama panjang. Walaupun sebenernya ada nama "Lustam" dibelakangnya. Fardi Lustam. Tapi karena dari ijazah SD nama itu nggak pernah muncul, maka jadilah sampe sekarang di KTP pun nama gue ya cuma 'Fardi' aja. Kalian bisa panggil gue ‘Far’, ‘Di’, ‘Fard’, dll asalkan wajar. Hehehe

Lanjut setelah nama biasanya tanggal lahir kan. Hahaha. Gue lahir tanggal 16 April 1994 (dicatet yaa, jangan lupa ngasih kado). Lahir di Jakarta, tapi gue seorang keturunan tionghoa. Orang tua gue tionghoa keturunan daerah Bangka (Prov. Babel). Tapi kalo ada orang tanya, “far, lo orang mana?” gue akan jawab “gue orang Indonesia!”. Yaa, gue cinta Indonesia. Kalo kata orang sih namanya “nasionalisme”. Nasionalisme gue (menurut gue) lumayan tinggi. Karena satu yang gue sadar, gue lahir di tanah ini, gue pake airnya setiap hari, gue pake semua hasil tanah ini untuk keperluan sehari-hari gue. Gue hirup udaranya. Gue liat sinar mataharinya setiap hari. Dll. Udah ah tentang Indonesia, ntar panjangnya bisa 1 postingan lagi. Hehehe.
Secara fisik, gue bukan orang yang ganteng (menurut gue). Gue nggak pernah kepedean dan memasuk-masukkan muka gue ke kelompok cowok ganteng. Dan memang hanya 1-2 orang yang bilang gue ganteng (gue juga nggak ngerti gantengnya dari mana). Muka gue juga cukup berjerawat, katanya sih ini karena hormon. Jadi agak susah buat diobatin sampe masa umur gue lewat dan hormon gue stabil baru dia bakal sembuh. Lagian gue juga udah capek berobat sana sini nggak sembuh-sembuh, jadi yaudah deh gue biarin aja sekarang. Sebenernya juga udah tinggal bekasnya aja sih merah-merah. x_x. Yaa, bagi gue ganteng atau nggak, jerawatan kek itu bukan masalah. Yang penting itu PD. Percaya Diri yaa, bukan Persekutuan Doa. Hahaha. Ya! Bagaimanapun bentuk wajah lo, warna kulit lo, tinggi lo, banyaknya lemak lo, yang paling penting lo PD. Yakin aja kalo semua yang udah Tuhan kasih lo adanya kayak gini adalah yang terbaik!
Tinggi gue 175 cm, berat sekarang 79 kg (naik gara-gara liburan, padahal dulu udah 74 kg). Hahaha. Kalo mau digolongin badan gue nggak bagus-bagus amat. Yaa normal lah kayak anak-anak cowok lain, bisa dibilang agak gendut sih. Nggak, nggak berotot. Nggak six-pack. Adanya one-pack nih kalo mau. Hahaha. Kulit gue puji Tuhan agak putihan lah, layaknya orang-orang keturunan Tionghoa. Mata sipit, hidung nggak mancung nggak pesek. Normal. Lahir sempurna. Puji Tuhan!!
Yang penting disini di Part 1 ini nih. Bagi gue, mau dilahirin dalam kondisi apapun nggak ada alasan untuk menghambat kesuksesan dan masa depan gue. Gue harap begitu juga dengan lo semua. Lo semua yang baca tulisan ini gue harap sih bisa bersyukur nerima diri lo apa adanya. Mau gendut kek, pendek kek, pesek kek, item kek, kata orang jelek lah, jerawatan, atau apapun yang lain yang bagi orang negatif. Jangan pernah jadikan itu semua alasan untuk lo nggak bisa meraih kesuksesan lo. Inget, muka itu bisa berubah. Makin lo tua juga lo bakal keriputan, badan lo kurus, loyo, lambat, dll. Tapi 2 hal yang nggak pernah bisa berubah. KARAKTER dan SEMANGAT. Bentuk karakter yang kuat, teguh, baik, yang akan abadi dan tidak akan termakan usia. Nyalakan semangat dalam hidup lo supaya biar berapapun umur lo, bagaimanapun kondisi fisik lo, apapun keadaan yang lo hadapin, lo bisa melewati itu semua karena punya semangat (spirit) yang tak pernah padam.
So, kalo gue aja yang kondisinya kayak gini bisa punya mimpi yang sangat besar beserta keyakinan untuk menggapainya, bisa punya semangat untuk ngejalanin hari demi hari. Apalagi lo semua yang mungkin ganteng-ganteng dan cantik-cantik atau mungkin lo semua yang jelek-jelek sekalipun. Pasti kalian juga bisa! Bentuk karakter dan nyalakan semangatmu, sekarang!!!

Nantikan kelanjutan ceritanya segera. Hidup yang bahagia, mengesankan. (Part 2). Coming Soon! J

Salam bahagia. #fard